Startup Di Pertanian??Cari Mati…Terlalu Idealis…Not Cool at all…Atau???

Waktu di Kampus (baca:Institut Pertanian Bogor), udah sering denger bahwa lulusan dari IPB itu jarang yang langsung terjun ke pertanian, apalagi wirausaha dan itu bidangnya pertanian, pertanian pangan,,komoditasnya padi lagi….beuh..(pas kuliah aja ilmu tentang padi di skip).

Dan sama yang terjadi sebenarnya ke kita,,di awal kita emang usaha pertanian di bidang bukan tanaman pangan, waktu itu nilam..tau nilam??googling dulu ya,kalo tetep ga tau baru ntar kita jelasin…;p.

Image

Di atas kertas memang hitungannya wow…keuntungan bisa sampai berkali-kali lipat dari modal, maka mulailah kita menanamnya…

Bagaimana stepnya? Kita memulai di luasan sekitar 9000 m2, lalu kita bagi tiga wilayah, masing2 wilayah memiliki teknik yang berbeda baik dalam penanaman maupun pemupukan..Maklum nilam bukan tanaman yang umum jadi referensinya pun sangat2 terbatas…Jadi terpaksa kita memang bereksperimen dan menghitung sendiri kira2 bagaimana, sampai akhirnya kita menemukan cara dan komposisi terbaik untuk penanamannya…(Kalau untuk penanaman nilam versi kita sendiri di lain waktu bakal kita share,,sekarang bahas hal yang lain dulu..)

Begitu juga dengan waktu kita memulai untuk menanam padi..Di luasan awal 7800 m2 kita gunakan beberapa petakan juga dengan cara yang berbeda2,,begitu kita perluas ke wilayah sampai 5 ha pun cara yang digunakan tetap tidak semuanya sama…terus begitu hingga kita menangani padi seluas 120 ha…Kita temukan komposisi yang kita anggap ok, lalu duplikasi,,kita uji lagi apa yang kurang…lalu kita perbaiki terus menerus siklusnya seperti itu….Mengapa begitu?karena umumnya petani yang kita jumpai hanya “jago kandang” dalam artian, teknik yang dipakai cocok untuk wilayahnya saja dan tidak ada hasilnya yang konstan pada tiap musim (ya memang pada musim2 tertentu hasil rata2 lebih baik) tapi fluktuasi terlalu besar, dan tiap kita tanyai hasilnya yang diinformasikan adalah hasil terbaik yang pernah dicapai, padahal kita nanya biasanya keluar berapa Pak??

Berbekal memang kita aslinya alumni pertanian dan juga udah banyak trial n error,,ya lagi2 keluarin alat2 sakti kaya di bawah ini biar lebih tepat analisisnya..*asik

Image

Sampai pada tahun 2012 (Kita terhitung berwirausaha dari nilam itu tahun 2010) ada suatu kompetisi wirausaha yang salah satu kategorinya adalah startup..Startup??Apa itu??Maklum waktu kami dulu bener2 dihabiskan di lapangan dan jauh di ujung Jawa Timur (ya itu murni alasan sih,,:p..kalo jujur memang malas belajar hal lain selain teknis ;p). Singkat cerita (akan ada waktunya untuk cerita bagian ini,,sabar yee…) waktu mengikuti kompetisi tersebut banyak sekali istilah2 alien yang kita bener2 ga paham, early adopters, product prototype, local champion…tapi memang jadinya mikirnya lebih sistematis,,seperti dapat pencerahan..segeralah kita tau itu bukan sekedar istilah tapi semua ada ilmunya…seperti ilmu pertanian,,bisnis juga ada ilmunya…:D

Dalam perjalanan memahami dan mencoba mengerti lalu pada awal tahun 2013 ini ngebaca artikel yang sekarang menjadi bacaan favorit kita dari mas @dondihananto di http://www.dailysocial.net/post/fail-early dan hey,,it sounds familiar!!!

Bayangkan..memang hitungannya kita mungkin baru 2-3 tahun bertani padi,,tapi di 3 tahun itu apa yang kita lakukan berkali-kali lipat dari yang biasa dilakukan oleh petani pada umumnya, sehingga kita bisa memotong pengalaman bertani puluhan tahun..

Seorang petani normal katakan mengerjakan lahannya seluas 1 ha, dalam 1 tahun tanam 2 kali sehingga katakan mulai bertani pada umur 20 tahun, pada umur 50 tahun maka sang petani telah memiliki pengalaman bertani selama 30 tahun, 60 musim tanam dan 60 kali tanam-panen.

Pada waktu 3 tahun ini, Kami telah melakukan lebih dari 200 kali tanam-panen!!! mengalami 9 musim tanam (beberapa wilayah di Banyuwangi 1 tahun 3 kali musim tanam, kebetulan kami mayoritas berada pada wilayah tersebut), sehingga dengan waktu yang sama dengan sang petani (asumsi cateris paribus,hehe..) maka dalam 30 tahun kami mengalami lebih dari 2000 kali tanam panen, tiga puluh kali lipat lebih banyak!! (Bukan menyombongkan diri, namun memang kadang pengalaman itu ukurannya sering kurang tepat, dihitung berdasarkan tahun atau umur bukan dari pengalaman sebenarnya)

Dan Alhamdulillah Allah memang menyayangi kami, dengan memberikan ujian yang nyaris lengkap dalam 3 tahun ini dari serangan hama wereng yang sangat ganas hingga 2 musim ini bergelut dengan tikus, juga masa kekurangan air hingga jam 11 malam masih di sawah menunggu air yang masuk,,jam 6 pagi sudah di sawah lagi untuk mengecek apakah memang air benar2 masuk,,sehingga kami benar2 telah fail often and early!!!(dan alhamdulillah kami memang bukan keledai yang katanya terperosok pada lubang atau kesalahan yang sama)

Kalau teman2 mengalami apa yang kami alami tulisan dari mas @dondihananto itu bukan cuma sekedar tulisan tapi memang seperti pengingat dan juga guide bahwa insyaAllah kita di jalan yang benar..:D. Oh ya,,dan juga peringatan bahwa jangan pernah berhenti belajar,,jangan pernah cepat puas,,jangan remehkan pengalaman orang lain juga!!

Oh ya,,yang kami utarakan di atas masih di segi sawah sebagai hulu dari lini bisnis kita,,belum dari prosesing dimana kita sempat lakukan berbagai sistem pembukuan gudang,,pengaturan tenaga kerja,,lalu lini marketing dimana kita sempat mengangkat produk beras dari putih, merah, yang organik, sehat, hingga sekarang kita fokuskan pada produk benih…thats a lot story and experience behind…Juga belum dari lini usaha kami yang lain seperti sarana produksi pertanian…:),,dari sanalah sebenarnya apa yang kita lakukan ini bukan lagi sekedar idealisme,,bukan masalah keren atau tidak…(Kita termasuk orang2 yang dari mahasiswa dulu tidak melihat wirausaha sebagai profesi yang dibuat keren2an,,karena itu sempat apatis dengan yang namanya kompetisi wirausaha dan motivator yang “jualan” mimpi sebagai wirausaha…*piss),,kita juga sekarang sudah beranjak dewasa *asik salah satu dari founder @iyud22 bahkan sudah memiliki buah hati,,ya tentunya juga punya istri (meski nama akun twitternya sedikit alay,paling muda juga tapi dia yang duluan sebagai bapak2) jadi ya tentunya ada pertimbangan tersendiri dari kami mengapa kami memilih jalan ini….

Kami percaya bahwa with doing good we will get the good result too… Sesuai dengan visi kami yaitu “Menjadi perusahaan global terdepan dalam multisektor bisnis yang terintegrasi dengan mengedepankan dampak sosial untuk masyarakat”. Jadi visi ini bukan sekedar tulisan penghias, kita lihat dengan bergerak di bidang pertanian kita bisa mendapatkan apa yang dinamakan profit dan juga benefit yang lain. Apakah profitnya berkali-kali lipat dari modal yang dikeluarkan??Maka kami jawab IYA!!

Pertanian pangan apabila dipandang terpotong2 maka akan terlihat seperti bencana,,namun bila kita lihat dari hulu ke hilir banyak sekali potensi yang masih bisa kita kembangkan..Pertanian pangan kita masih haus akan inovasi dan menunggu ide2 segar yang terus bermunculan…Dan margin/profit yang sebenarnya akan terlihat bila sudah benar2 terjun ke tengah2nya…Ingat,,bisnis bukan berhenti di lembaran business plan,,proses perjalanan dan evaluasi yang akan membuatnya sempurna…bukan hanya analisis maupun hitungan di atas kertas..:)

Banyuwangi, 23 Juni 2013

Kukuh Roxa Putra Hadriyono (@Roxaph)
Director of CV Pandawa Putra Indonesia

Advertisements

2 Comments

  1. wisnu says:

    Mz kukuh, slam kenal sebelumnya..sy tertarik dgn start up pertanian terutama pertanian organik..apakah sy bisa meminta proposal usaha mengenai pertanian organik?sy bersedia mengarahkan investor untuk terjun didalamnya..

    Salam,
    Wisnu

Comments are closed.