EFEKTIVITAS WEED SOLUT-ION SEBAGAI TRIGER PADA APLIKASI HERBISIDA PARAKUAT (Institut Pertanian Bogor – IPB)

Team Penguji : Dr.Dwi Guntoro, Dr.Adolf Pieter Lontoh, Bayuanggara, dan Intan Putri Rolenzah

ABSTRAK

Pegujian lapangan efektivitas Weed SOLUT-ION sebagai triger pada aplikasi herbisida parakuat bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan SOLUT-ION terhadap efektivitas formulasi herbisida parakuat pada pengendalian gulma di perkebunan kelapa sawit TBM. Percobaan dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit TBM, Kebun Percobaan IPB Cikabayan, Darmaga, Bogor, Jawa Barat mulai bulan Mei 2014 hingga bulan September 2014. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu : Kontrol tanpa disemprot (B1), Parakuat 3.0 l/ha (B2), Parakuat 3.0 l/ha + Solut-ion 1.0 l/ha (B3), Parakuat 2.0 l/ha (B4), Parakuat 2.0 l/ha + Solut-ion 1.0 l/ha (B5), Parakuat 1.0 l/ha (B6), Parakuat 1.0 l/ha + Solut-ion 1.0 l/ha (B7), Parakuat 1.0 l/ha + Solut-ion 2.0 l/ha (B8). Satuan percobaan berupa gulma di bawah 3 piringan tanaman kelapa sawit TBM. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan Solut-ion pada aplikasi herbisida parakuat dapat meningkatkan efektivitas mengendalikan gulma umum pada perkebunan kelapa sawit TBM di lokasi percobaan. Penambahan Weed Solut-ion pada aplikasi herbisida parakuat dapat meningkatkan efisiensi pengendalian gulma pada perkebunan kelapa sawit TBM dan terbukti dapat mengurangi penggunaan herbisida parakuat. Gulma terkendalikan mulai pengamatan 1 bulan setelah aplikasi (BSA) hingga pengamatan 2 BSA. Aplikasi herbisida parakuat 1.0 l/ha + Solut-ion 1.0 l/ha dapat mengendalikan gulma-gulma dominan yang terdapat di lokasi percobaan dengan hasil yang tidak berbeda nyata dengan aplikasi herbisida parakut dosis 2.0 l/ha dan 3.0 l/ha tapa Solut-ion. Gulma dominan yang terkendalikan yaitu gulma spesies Ottochloa nodosa, Axonopus compressus, Paspalum conjugatum, dan Pennisetum polystachion. Aplikasi herbisida parakuat pada dosis 1 l/ha hingga 3.0 l/ha baik dengan Solut-ion maupun tanpa Solut-ion tidak menyebabkan gejala fitotoksisitas pada tanaman kelapa sawit Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) di lokasi percobaan. Penambahan Solution 1.0 l/ha dapat mengurangi penggunaan herbisida parakuat dan dapat mengurangi residu parakuat pada tanah di piringan kelapa sawit TBM.

This slideshow requires JavaScript.

Kata kunci : dosis efektif, gulma dominan, parakuat, kelapa sawit, Weed SOLUT-ION, triger.

Advertisements

HASIL PENGUJIAN WEED SOLUTION PT SUMBER TANI AGUNG (STA) GRUP – MEDAN

Team Penguji :  Pak Apo (GM PT PAL), Pak Halwani (Manager Kebun PT PAL), Asisten Divisi 1 & 3, Wahyudi  (PT. Pandawa Agri Indonesia), Ervindi (PT Wahana Agro Fertila)

ABSTRACT

Demplot dilakukan untuk mengetahui respon aplikasi Weed SOLUT-ION sebagai bahan campuran herbisida post-emergence b.a Parakuat pada pengendalian gulma perkebunan kelapa sawit PT Paten Alam Lestari (PAL) – Sumber Tani Agung (STA) group agar menjadi lebih efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan sesuai dengan persyaratan ISPO maupun RSPO. Demplot dilakukan pada tanggal 29 Mei 2015 bertempat di Negeri Lama-Labuhanbatu Sumatera Utara, Perkebuan Kelapa Sawit TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) PT Paten Alam Lestari – STA group, Divisi 3, Blok F-30,

Aplikasi Demplot Adjuvant WEED SOLUTION dilakukan dengan mencampurkan dengan herbisida kebun bahan aktif Parakuat. Metode percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan ulangan yang digunakan sebanyak satu kali sebagai kontrol dan diaplikasikan pada areal piringan pohon dan pasar pikul sesuai dengan dosis yang digunakan, antara lain P1 (Parakuat 50  ml), dan P2 (Parakuat 25 ml + Weed Solution 25 ml). Masing-masing perlakuan disemprotkan dipiringan dan pasar pikul sebanyak 1 Kap/perlakuan

Hasil perlakuan menunjukkan bahan aktif Parakuat pada dosis rekomendasi 50 ml/kap pada tanaman Kelapa Sawit (Perlakuan P2) tidak berbeda hasil efikasi pada umur 2 MSA dan kecepatan regrowthnya dibandingkan dengan perlakuan subtitusi 50% dosis yang menggunakan Weed Solution P1 (parakuat 25 ml + weed solution 25 ml). Pada umur 8 MSA regrowth gulma sudah dijumpai atau prosentase penutupan kembali oleh gulma lama ataupun gulma baru mencapai  20%. Aplikasi herbisida Parakuat dengan penambahan SOLUT-ION tidak menyebabkan gejala fitotoksisitas pada tanaman kelapa sawit Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) di lokasi percobaan. Efisiensi biaya/penghematan yang diperoleh dari penggunaan campuran Weed Solution pada aplikasi herbisida bahan aktif Parakuat, pada luasan 15.000 ha selama satu tahun (3 kali aplikasi/rotasi) adalah 20%.

This slideshow requires JavaScript.

Kata kunci: Adjuvant Herbisida, Campuran herbisida, Parakuat, Gulma, Herbisida,  ISPO, Kelapasawit, Pengurangan dosis herbisida, RSPO, STA Grup, PT PAL, Weed Solution.

HASIL PENGUJIAN WEED SOLUTION PT SOCFIN – MEDAN

Team Penguji: Wahyudi, Nuha Hera Putri (PT Pandawa Agri), Dony Suhendra (PT Socfin Indonesia), Asisten Kepala Kebun Bangun Bandar, Asisten Kepala Kebun Matapao

ABSTRACT

Pengujian dilakukan untuk mengetahui respon aplikasi Weed Solution sebagai bahan campuran herbisida postemergence untuk herbisida berbahan aktif Glifosat, Fluroxypyr, Parakuat dan 2.4 D pada pengendalian gulma perkebunan kelapa sawit agar menjadi lebih efektif, ekonomis dan ramah lingkungan sesuai dengan persyaratan ISPO maupun RSPO. Pengujian dilakukan di kebun kelapa sawit PT SOCFIN yang berlokasi di Matapao dan Bangun Bandar Medan-Sumatera Utara pada bulan Juli dan Agustus 2015 sampai dengan November 2015. Terdapat 11 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari 2 perlakuan Fluroxypyr, 3 perlakuan Parakuat dan 6 perlakuan Glifosat.

Perlakuan Fluroxypyr terdiri dari F1 (40 ml Fluroxypyr) dan F2 (20 ml Fluroxypyr +20 ml Solution). Perlakuan Parakuat terdiri dari P1 (200 ml Parakuat + 2.5 g Metilmetsulfuron), P2 (100 ml Parakuat + 100 ml Solution + 2.5 g Metilmetsulfuron) dan P3 (100 ml Parakuat + 100 ml Solution + 1.25 g Metilmetsulfuron). Sedangkan perlakuan Glifosat terdiri dari G1 (300 ml Glifosat), G2 (150 ml Glifosat + 150 ml Solution ), G3 (300 ml Glifosat + 100 ml 2.4D), G4 (150 ml Glifosat + 50 ml 2.4 D + 200 ml Solution), G5 (350 ml Glifosat) dan G6 (175 ml Glifosat + 175 ml Solution). Dosis pada semua perlakuan yang digunakan merupakan dosis per ha.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengurangan dosis herbisida yang disubstitusi weed solution mampu mengendalikan Mucunabracteata (bahan aktif Fluroxypyr), gulma Stenochlaena palustris(bahan aktif Parakuat) danbeberapa jenis gulma berdaun lebar lainnya untuk herbisida berbahan aktif Glifosat. Berikut merupakan contoh perlakuan herbisida berbahan aktif parakuat.

This slideshow requires JavaScript.

Kata kunci: Adjuvant Herbisida, Campuranherbisida, Fluroxypyr, Glifosat, Gulma, Herbisida,   ISPO, Kelapasawit, Parakuat, Pengurangandosisherbisida, RSPO, SOCFIN, Weed Solution.

EFEKTIVITAS WEED SOLUTION SEBAGAI TRIGGER PADA APLIKASI HERBISIDA DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA (PTPN) III – Medan

Team Penguji: Wahyudi, Ervindi, Hary Fransnicko

ABSTRACT

Pengujian dilakukan untuk mengetahui respon aplikasi Weed Solution sebagai bahan campuran herbisida post emergence untuk herbisida berbahan aktif Glifosat pada pengendalian gulma perkebunan kelapa sawit agar menjadi lebih efektif, ekonomis dan ramah lingkungan sesuai dengan persyaratan ISPO maupun RSPO. Pengujian dilakukan di kebun kelapa sawit Tana Raja – Medanpada bulan Juni sampai dengan September 2015. Terdapat 4 perlakuan yang terdiri dari F1 (100 ml Glifosat A), F2 (50 ml Glifosat A + 50 ml Solution), F3 (100 ml Glifosat B), F4 (50 ml Glifosat B + 50 ml Solution). Dosis pada semua perlakuan yang digunakan merupakan dosis per kap.

Pengurangan glifosat sebanyak 50% dan dengan menambahkan Weed Solution sebesar 50% menghasilkan persentase kematian gulma yang tidak berbeda yaitu mencapai 100% pada semua perlakuan, Glifosat A maupun Glifosat Bsampai dengan 8 MSA.  Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan Weed Solution dapat meningkatkan efektivitas kerja herbisida glifosat dalam mengendalikan gulma.  Dengan pengurangan herbisida menghasilkan persen kematian yang sama, berarti bahwa penambahan Weed Solution menghemat penggunaan bahan herbisida glifosat.

PTPN 3Kata kunci: Adjuvant Herbisida, Campuran herbisida, Gulma, Glifosat, Herbisida,

ISPO, Kelapa sawit, Pengurangan dosis herbisida, PTPN 3,RSPO, Trigger, Weed Solution.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑