Publish RnD

 

TERM OF REFERENCE (TOR)

DEMPLOT WEED SOLUT-ION

TRIGGER DAN ADJUVANT HERBISIDA

This slideshow requires JavaScript.

PENDAHULUAN

Gulma didefinisikan sebagai tanaman yang tidak diinginkan tumbuh pada tempat-tempat dimana tanaman pokok dibudidayakan oleh manusia (Humbert, 1968). Menurut Moenandir (1988) gulma selalu berada dimana ada tanaman tumbuh karena gulma selalu berasosiasi dengan tanaman tertentu. Dengan sendirinya gulma juga ada di sekitar tanaman dan saling berinteraksi.

Kelapa sawit berperan penting sebagai penghasil devisa negara. Kontribusi minyak sawit terhadap konsumsi minyak nabati di dunia, yaitu sebesar 13.6 % pada tahun 1990 dan sebesar 18.4 % pada tahun 1999 (Poeloenganet al., 2001).

Kerugian yang ditimbulkan akibat gulma di perkebunan kelapa sawit, antara lain (1) pertumbuhan tanaman kelapa sawit muda terhambat sehingga biaya pemeliharaan TBM meningkat, (2) produksi TBS menurun karana kompetisi tanaman dengan gulma sehingga menyulitkan kegiatan operasional kebun seperti pemupukan, dan panen, (3) ancaman bahaya kebakaran, serta (4) keberadaan gulma di piringan atau yang menempel pada pokok sawit akan menyulitkan pengamatan jatuhnya brondolan sehingga terlambat panen. Sebelum tahun 1970 pengendalian gulma kelapa sawit umumnya manual, sedangkan setelah tahun 1970 sekitar 75 % pengendalian dilakukan secara kimia.

Weed SOLUT-ION bukan merupakan herbisida melainkan adjuvant sekaligus trigger untuk herbisida. Adjuvant merupakan suatu campuran bahan berperan dan digunakan untuk menghubungkan permukaan dua fase (interfase) dengan tujuan untuk meningkatkan keefektifan herbisida. Di wilayah Amerika adjuvant sudah sering dan banyak kita jumpai digunakan di wilayah pertanian. Hal ini dilakukan oleh para pelaku usaha di pertanian untuk mengurangi efek/dampak dari residu bahan aktif herbisida yang berlebihan/go ecofriendly.  Salah  satu  upaya  untuk  mengurangi residu adalah dengan mengurangi dosis  aplikasi  herbisida.  Weed SOLUT-ION merupakan formulasi adjuvant berbahan aktif Sodium amida yang bekerja sebagai triger herbisida. Penambahan Weed SOLUT-ION  diharapkan  dapat  meningkatkan efektivitas kerja herbisida dalam mengendalikan gulma sasaran sehingga dapat mengurangi dosis aplikasi herbisida

Mode of Action WS fix  (prinsip kerja Weed Solution)

 TUJUAN

Demplot dilakukan untuk mengetahui respon aplikasi Weed SOLUT-ION sebagai bahan campuran herbisida post-emergence b.a Glyphosate, Metil Metsulfuron, Amonium Glufosinat, Triklopir, dan Parakuat pada pengendalian gulma perkebunan kelapa sawit agar menjadi lebih efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan dalam pengendalian gulma sesuai dengan yang disyaratkan dalam ISPO dan RSPO.

Advertisements